Laman

Selasa, 30 Juli 2013

Penjaringan Kesehatan Anak Sekolah


Pemeriksaan Kesehatan

PENJARINGAN KESEHATAN ANAK SEKOLAH DI PUSKESMAS BUKATEJA KAB.PURBALINGGA

Usia sekolah merupakan 30% dari populasi penduduk di Indonesia. Populasi ini berkisar dari usia 6 sampai dengan 21 tahun dan sebagian besar (70%) berada di bangku sekolah. Sehingga oleh karena jumlah yang besar dan mudah dijangkau serta terorganisasi, maka anak usia sekolah merupakan sasaran yang strategis.
Masalah kesehatan yang dialami anak sekolah sangat kompleks dan bervariasi. Pada anak SD biasanya berkaitan dengan prilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) sedangkan untuk sekolah SLTP dan SLTA umumnya berkaitan dengan perilaku berisiko. Beberapa penelitian  menunjukkan bahwa sebagian anak SD mengalami masalah kesehatan berupa Kurang Energi Protein (KEP), Gangguan Akibat Kekurangan Yodium (GAKY), Anemia Defisiensi Zat Gizi, Obesitas, Kecacingan, penyakit periodontal dan kelainan refraksi.
Program skrining kesehatan anak usia sekolah diutamakan sebagai upaya peningkatan kesehatan (promotif) dan upaya pencegahan penyakit (preventif). Salah satu upaya preventif tersebut adalah upaya penjaringan/skrining yang dilakukan terhadap anak yang baru masuk sekolah dasar (siswa kelas I). Kegiatan skrining bertujuan untuk mengetahui secara dini masalah kesehatan anak sekolah sehingga dapat diambil tindakan lebih lanjut untuk mencegah memburuknya penyakit, mengumpulkan data dan informasi masalah kesehatan anak sekolah untuk dijadikan bahan untuk penyusunan perecanaan, pemantauan dan evaluasi program UKS.
Skrining kesehatan anak sekolah merupakan salah satu Standar Pelayanan Minimal (SPM) program Usaha Kesehatan Sekolah) yang harus dilaksanakan Dinas Kesehatan Kabupaten Purbalingga. Jadi setiap Puskesmas harus melaksanakannya. UPTD Puskesmas Bukateja sebagai salah satu institusi kesehatan di bawah Dinas Kesehatan Kabupaten Purbalingga melaksanakan kegiatan Skrining kesehatan anak sekolah tersebut selama periode bulan Juli dan Agustus. Kegiatan ini menyasar siswa kelas I Sekolah Dasar di wilayah kerja Puskesmas Bukateja.Adapun skrining yang dilakukan meliputi pemeriksaan keadaan umum meliputi hygiene perorangan, indikasi kelainan gizi dengan melihat rambut warna kusam atau mudah dicabut, bibir kering, pecah-pecah, sudut mulut luka dan kulit pucat/keriput, pengukuran tekanan darah, nadi dan deteksi kelainan jantung. Skrining juga meliputi penilaian status gizi melaui pengukuran antropometri berat badan dan tinggi badan untuk menentukan Indeks Massa Tubuh (IMT), Tanda-tanda fisik kekurangan vitamin A, pemeriksaan gigi dan mulut, pemeriksaan tajam penglihatan (visus), pemeriksaan telinga, deteksi dini penyimpangan mental dan emosional, serta pemeriksaan kebugaran jasmani.
Kegiatan tersebut dilaksanakan selama dua bulan yaitu dari bulan Juli dan Agustus. Apabila dari skrining ditemukan masalah kesehatan maka segera dirujuk ke Puskesmas atau ke Rumah Sakit untuk mencegah penyakit menjadi lebih buruk.

Jumat, 30 Maret 2012

Lokakarya Mini Puskesmas Bukateja



Lokakarya Mini Puskesmas Bukateja
Lokakarya Mini di Puskesmas Bukateja dilaksanakan setiap satu bulan sekali. Dalam Lokakarya Mini ini di bahas permasalahan yang terjadi dan akan dilaksanakan oleh Puskesmas Bukateja. Peserta dalam Lokakarya Mini ini adalah seluruh karyawan Puskesmas Bukateja. Dana untuk Lokakarya Mini ini didapat dari APBD th 2012. Lokakarya Mini Puskesmas Bukateja dibagi menjadi dua lintas yaitu :
1. Lokmin Lintas Program :
  • Meningkatkan kerjasama antar petugas internal puskesmas
  • Mendapatkan kesepakatan sesuai rencana pelaksanaan kegiatan.
  • Meningkatkan motivasi tugas seluruh staf puskesmas
  • Mengkaji pelaksanaan rencana kerja (RPK) yang telah disusun.
2. Lokmin Lintas Sektor :
  • Mendapatkan kesepakatan rencana kerja lintas sektoral, untuk membina dan mengembangkan peran serta masyarakat dalam bidang kesehatan.
  • Mengkaji hasil kegiatan kerjasama, memecahkan masalah yang terjadi serta menyusun rencana kerjasama upaya alternatif pemecahan masalahnya.

Rabu, 28 Maret 2012

AGAR LOKAKARYA MINI PUSKESMAS TIDAK SIS-SIA

AGAR LOKAKARYA MINI PUSKESMAS TIDAK SIS-SIA

Selama ini lazim terjadi di instansi pelayanan masyarakat bahwa lokakarya mini diadakan sebagai respon kaget kepala instansi apabila :
  • Ada surat kaleng ketidak puasan publik
  • Ada surat pembaca dikoran yg intinya si pengirim tidak puas thdp pelayanan instansi terkait
  • Akan ada kegiatan tertentu
  • Akan ada supervisi 
  • dll
Dalam lokakarya mini itu dibahas dan direncanakan suatu tindakan agar pelayanan lebih baik. Sayangnya banyak terjadi perencanaan yang sudah menjadi agenda tersebut tidak di evaluasi,apakah sdh berjalan sesuai rencana atau belum.Apabila terjadi hal yang seperti ini maka Lokakarya Mini hanyalah sebagai :
  • Bagi pimpinan merupakan respon kaget terhadap suatu kejadian saja
  • Bagi peserta hanya dijadikan acara makan siang bersama
  • Bagi bendahara hanya untuk mengumpulkan tanda tangan untuk mencairkan dana LOKMIN
  • Dan bagi saya itu suatu yang menjengkelkan...!!!
Menurut saya Lokakarya Mini Puskesmas itu adalah :
 
1. Lokmin Lintas Program :
  • Meningkatkan kerjasama antar petugas internal puskesmas
  • Mendapatkan kesepakatan sesuai rencana kegiatan
  • Meningkatkan motivasi tugas seluruh staf puskesmas
  • Mengkaji pelaksanaan rencana kerja (RPK) yang telah disusun.
2. Lokmin Lintas Sektor :
  • Mendapatkan kesepakatan rencana kerja lintas sektoral, untuk membina dan mengembangkan peran serta masyarakat dalam bidang kesehatan.
  • Mengkaji hasil kegiatan kerjasama, memecahkan masalah yang terjadi serta menyusun rencana kerjasama upaya alternatif pemecahan masalahnya.
TERIMA KASIH

Pesan :
Hati-hati,,yang nulis lagi      G     A     L     A     U